Modul 1 - Dasar-Dasar Produktif Keahlian Akuntansi
MODUL 1
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan tahapan proses akuntansi secara menyeluruh baik akuntansi pada perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur antara lain menerapkan prinsip praktik profesional dalam bekerja, menerapkan praktik-praktik kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, memproses entry jurnal, memproses buku besar, menyusun laporan keuangan, serta mengoperasikan paket program pengolah angka/spreadsheet.
Tujuan Pembelajaran
1.1 Menjelaskan
tahapan proses akuntansi perusahaan jasa
1.2 Menjelaskan
tahapan proses akuntansi perusahaan dagang
1.3 Menjelaskan
tahapan proses akuntansi perusahaan manufaktur
Materi
A. PENGERTIAN PROSES BISNIS
Proses bisnis adalah
urut-urutan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang saling berhubungan dan saling
bekerjasama dalam sebuah entitas untuk menghasilkan produk atau layanan.
1. Pengertian proses bisnis dari beberapa ahli
a. Monk (2009)
Proses bisnis adalah sekumpulan aktivitas
yang menerima satu atau lebih masukan (input) dan menghasilkan keluaran
(output) yang bernilai bagi pelanggan
b. Rummler
dan Brache dalam Siegel (2008)
Proses bisnis adalah sekumpulan
kegiatan dalam bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa.
c. Davenport (1993)
Proses bisnis adalah aktivitas yang
terukur dan terstruktur untuk memproduksi output tertentu untuk kalangan
pelanggan tertentu. Terdapat penekanan yang kuat pada “bagaimana” pekerjaan itu
dijalankan di suatu organisasi tidak seperti focus dari produk yang pada aspek
“apa”. Suatu proses oleh karenanya merupakan urutan spesifik dari aktivitas
kerja lintas waktu dan ruang, dengan suaktu awalan dan akhiran dan secara jelas
mendifinisikan input dan output.
2.
Manfaat Proses
Bisnis
Dalam menjalankan
usaha proses bisnis merupakan suatu dasar untuk melakukan aktivitas yang perlu dipersiapkan dan direnacakan dengan
baik, karena memainkan peranan yang sangat penting dalam mencapai
tujuan. Manfaat proses bisnis pada dunia usaha antara lain:
a. Menekan pengeluaran dan resiko: proses yang tertata dengan
baik dengan menggunakan cara-cara yang efisien akan memperkecil pengeluaran dan menekan kemungkinan dampak buruk yang terjadi.
b. Menghindari kesalahan manusia: job description yang jelas
sangat berguna untuk menekan kesalahan prosedur kerja.
c. Meningkatkan produktifitas: urutan kerja yang terencana dan
penempatan pekerja yang tepat akan berdampak pada peningkatan produktifitas
d. Memuaskan pelanggan: proses produksi sesuai SOP akan mudah
untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
e. Efisiensi waktu: Strategi yang baik dalam proses produksi juga
akan memakan waktu yang singkat. Mengikuti
perkembangan teknologi: untuk mempertahankan kelangsungan usaha juga harus
selalu mengikuti tehnologi baru agar menghasilkan produk yang seuai jaman.
3. Dampak Kegagalan Proses Bisnis
a. Tidak
menemukan benang merah masalah: ketidakmampuan menetapkan standar proses karena
perusahaan kurang focus pada bisnisnya sehingga masalah sulit ditemukan.
b. Karyawan tidak bersemangat: karena penempatan yang tidak
sesuai dengan keahliannya sehingga tidak kompeten dalam bekerja.
c. Boros waktu: urutan kerja yang tidak sesuai dan kurang tepat
menyebabkan penggunaan waktu yang kurang efisien sehingga hasil tidak maksimal.
d. Pengeluaran meningkat: proses yang tidak terencana dan tenaga yang tidak k
kompeten menyebabkan banyak pengeluaran sehingga
resiko gagal tidak dapat dihindari
B.
JENIS-JENIS USAHA YANG MENGGUNAKAN
PROSES BISNIS AKUNTANSI
1. Pengertian Akuntansi
a. Pengertian Akuntansi
menurut American Accounting Association (AAA) Accounting
is the process of identifying, measuring and communicating economic information
to permit information judgment and decision by users of the information.
Akuntansi adalah proses
mengidentifikasi/mengenali, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk
memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang
menggunakan informasi tersebut.
b. Pengertian
akuntansi menurut American Institute of
Certified Public Accountants (AICPA), Accounting
is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner
and terms of money, transaction and events which are, in part at least, of
finacial character, and interpreting the result there of. Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan,
peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang,
transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat
finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.
2.
Pengertian
Akuntansi dari sudut lain
a. Akuntansi adalah seni dalam mengukur,
berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.
b. Menurut asal kata yang dilihat dari tata bahasa, akuntansi
berasal dari kata kerja “to account” yang
mempunyai arti menghitung. Dalam arti luas, akuntansi adalah proses identifikasi,
pengukuran dan komunikasi dari
informasi-informasi ekonomi untuk menghasilkan pertimbangan dan
keputusan-keputusan dari pemakai informasi tersebut.
c. Ditinjau dari segi prosedur, akuntansi adalah langkah-langkah
mencatat, mengolongkan, dan menyimpulkan transaksi-transaksi keuangan dalam
satuan nilai uang kemudian menganalisis hasilnya.
Kesimpulan dari pengertian akuntansi
tersebut meliputi kegiatan:
a. Pencatatan
(recording) Pencatatan adalah kegiatan memindah dengan menganalisa transaksi
keuangan perusahaan yang terjadi berupa dokumen ke dalam buku harian (jurnal)
dengan cermat, teliti dan urut. Contoh transaksi pembelian secara tunai dicatat
ke dalam buku transaksi (nota) setelah dianalisa tentang debet kreditnya
kemudian dimasukkan ke Jurnal
b. Pengumpulan
(clasifiying) Penggolongan merupakan kegiatan memilah dan mengumpulkan
transaksi keuangan perusahaan yang sama yang tertulis pada jurnal ke dalam satu
akun buku besar. Contoh: transaksi setelah dicatat ke dalam jurnal penerimaan
kas dan digolongkan ke dalam akun buku besar.
c. Pengikhtisaran
(summarizing) Pengikhtisaran merupakan kegiatan untuk meringkas transaksi
keuangan yang sudah digolongkan ke dalam akun buku besar selanjutnya
saldonyadimasukkan ke dalam neraca saldo.
d. Penyajian
(reporting) Penyajian yang di maksud adalah dimulai dari jurnal penyesuaian,
jurnal penutup, menutup buku besar, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal
pembalik kemudian menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba
rugi, laporan laba ditahan (PT), neraca, laporan perubahan modal/ekuitas,
laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
3. Perusahaan Jasa
- Pengertian Perusahaan Jasa
a. Menurut
Kotler, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan atau memberikan
Tindakan tidak berujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan.
b. Menurut
Andriyan Payne, Perusahaan jasa sebagi perusahaan yang melakukan aktivitas
ekonomi yang memiliki manfaat intangible dan terdapat hubungan interaksi dengan
konsumen tetapi tidak menghasilkan tranfer kepemilikan.
c. Menurut
Gronross, Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang memiliki aktivitas
intangible antara pelanggan dan karyawan jasa untuk mengatasi masalah
pelanggan.
Jadi bila disimpulkan pengertian perusahaan
jasa adalah: perusahaan yang kegiatan utamanya berupa layanan/jasa untuk
mendapatkan imbalan.
Contoh Perusahaan Jasa:
1)
Jasa
Profesi: konsultan pajak, konsultan keuangan, dokter.
2)
Jasa
angkutan: Grab, ojek, taxi, kereta api.
3)
Jasa
service: bengkel, reparasi hp, reparasi elektronika
4)
Jasa
penginapan: home stay, hotel, asrama, kost
5) Jasa
perawatan: salon, pijat, spa, gigi f. Jasa cuci: laundry, cuci mobil, cuci
helm, cuci karpet
-
Karakteristik Perusahaan Jasa
1)
Ada
peralatan
2)
Diperlukan
tenaga ahli
3)
Tidak
ada produknya
4) Jasa bervariasi
5) Tidak ada harga pokok
C.
PROSES BISNIS DI BIDANG AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
a.
Tahap
Pencatatan
-
Dokumen
transaksi bisnis
-
Pencatatan
jurnal umum
b. Tahap Penggolongan
- Posting buku besar
c. Tahap
Pengikhtisaran
-
Penyusunan
neraca saldo
-
Penyajian
jurnal penyesuaian
-
Penyusunan
neraca lajur
-
Jurnal
penutup
-
Jurnal
pembalik
d.
Tahap
Pelaporan
- Laporan keuangan (laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan)
Komentar
Posting Komentar